Senin, 03 November 2025

Merenung : "Hidup yang Seperti Apa?"

 Jangan menaruh kepercayaan sampai pada batas dimana memang orang itu kamu yakini sudah dapat dipercaya.

bukan malah percaya sampai batas mana ia sudah tidak dapat dipercaya lagi.

Dulu hidupku..., kebalik. hehe

Makanya banyak kecewanya.

Here we go! Yuk Bahas tentang Kepercayaan.

Kalau aku ibaratkan, diriku dulu itu seperti kaca bening transparan. aku tidak pernah mengetahui pun menyadari bahwa apa yang ada di dalam diriku ini cukup penting untuk tidak diketahui oleh orang lain.

Pawisik Berbisik Edisi Layak Part 1

Hari-hari ini banyak aku membaca dan mendengar opini yang berbunyikan,

"Iya, aku belum dikasi anak karena mungkin aku belum layak menjadi orang tua."

"Layakkanlah aku ya Tuhan untuk menjadi seorang ibu/bapak."

"Mungkin aku memang belum layak jadi ibu."

"Mungkin Tuhan pikir aku belum layak punya anak."

Et cetera.

Gengs!

Jangan berfikir seperti itu!

Energinya tidak enak loh.

Nelangsa bukan ikhlas.

Putus asa bukan melepas.

Kalau mau adu banding sama kisah hidupku, kurang "tidak" layak apa aku dan mantan suamiku menjadi orang tua? Kami berpisah dengan masalah perebutan hak asuh dan realisasi pengasuhan. Logikanya, manusia-manusia semacam kami ini seharusnya dari awal sudah bisa ditebak oleh Semesta dan Tuhan bahwa kami tidak layak. Kami memiliki kecenderungan untuk membuat anak kami tumbuh dikeluarga yang tidak utuh dan kecenderungan-kecenderungan lainnya yang mungkin saja terjadi karena kami divorce without peace. Until these day ya!

Well, apapun yang terjadi di dalam hidup ini, terjadinya bukan karena kita tidak layak.

Yakin deh bukan soal kelayakan.

Kita tidak setidakberharga itu sampai bisa dikatakan tidak layak.

Kita selalu layak untuk apapun.

Keterbatasan manusia ada di ruang dan waktu.

Jadi kalau belum waktunya berarti belum tepat situasinya.

Kalaupun sampai the end of life tidak tercapai berarti bukan jalannya.

Release.

Lepaskan.

Selama belum ketemu tuh KPK dan FPB antara ruang, waktu dan harapan; maka tugas kita adalah hidup dengan sebaik-baiknya, memperbaiki diri dan berlaku baik sepanjang usia kepada semua makhluk dan benda di keberadaan kita ini.

Semua itu bukan agar hanya sekedar mengejar kelayakan, namun lebih kepada menjadi seseorang yang mencapai potensi terbaik di kehidupan kali ini.

Well done ya Gengs.

Kita musti bangga menjadi diri kita apa adanya.

Berkembang menjadi lebih baik versi diri kita.

Bersikap baik dan berbuat baik kepada semua orang tanpa sedikitpun berharap mendapatkan perlakuan yang sama dari siapapun.

Jika kita diperlakukan tidak baik, berarti apa reaksi baik yang bisa kita tampilkan kepada dunia? 

Emosi itu wajar wey!

Tapi apakah emosi itu bisa kita olah menjadi potensi motivasi atau malah menjadi potensi kerusakan? Itu bagian dari free will kita.

Semangat menjalani hidup Gengs!

I love you! <3

Kamis, 13 Oktober 2022

Bersyukur : Susah - Susah Gampang, Gampang - Gampang Susah.

Aku ingin bertanya, pernah tidak kamu merasa….

Betapa beruntungnya kamu hidup di dunia ini.

Betapa banyaknya karunia dan kemudahan yang kamu dapatkan di dalam hidup ini.

Betapa indahnya hidup ini, seperti tanpa cela dan semua terasa menyenangkan.

Apakah kamu pernah merasa diatas angin seperti itu?

Lalu hidup masih berlanjut.

Waktu terus berjalan.

Roda kehidupan masih berputar.

Hidup kemudian menampilkan cerita yang bertolak belakang dengan cerita yang kita jalani sebelumnya.

Seketika keberuntungan terasa hilang.

Kemudahan begitu jauh.

Dan dunia serasa runtuh.

Pada masa-masa tertentu, kita masih mampu berupaya untuk keluar dan mempercepat perputaran roda. Dengan harapan agar kita bisa kembali berada di posisi yang menyenangkan, sesegera mungkin.

Namun terkadang, hidup tidak segampang itu.

Namun terkadang, ujian datang dalam bentuk kesulitan.

Sabtu, 28 Februari 2015

Valentine (Late Post)

HAPPY VALENTINE!!

...
...
...

Sudah. Segitu saja.

...
...


BERCANDA! Ayo dimari merapat untuk mendengarkan ocehanku.

Baiklah, ini masih terlalu pagi untuk mengoceh, tapi sudah terlalu siang juga untuk tertidur lagi dan kembali bermimpi. Detik ini di layar laptopku terpampang pukul 05.47 WITA. Seharusnya saat ini aku sedang duduk belajar untuk diskusi nanti di kampus, tapi...yah begitulah. Refresh dulu sebelum bertarung. #cieee

Aku Tidak Mau Ketinggalan Euforia Valentine.

*the true title, anyway*

Kamu tanya aku jomlo? Ya, aku jomlo. Tepatnya aku single yang dulunya suka pake singlet.
*abaikan!*
Dulu waktu balita aku suka pakai singlet. Sekarang ganti jadi tanktop.
*abaikan lagi!*
Kenapa masih jomlo? Alasan terbaik yang bisa kukatakan untuk menjawab pertanyaan itu adalah 'belum ada yang cocok'. Klise memang. Tapi itu jawaban yang jujur. Tidak munafik sama sekali. Yang munafik adalah kenyataan bahwa aku lebih suka pakai tanktop sekarang daripada pakai singlet. Padahal sama-sama pakaian tanpa kerah tanpa lengan. Sama saja tampilannya!
*boleh diabaikan lagi kok*

"Btw, buat elo, cowok-cowok yang ngerasa kepedean dan mengira aku jomlo karena menunggu antrean dipillih oleh elo nanti ... please see yourself on the mirror. Ask yourself gitu, aku yang butuh kamu atau kamu yang butuh aku. Anyway, aku sih gak butuh kamu ya."
*eh tiba-tiba Si Pemarah muncul*

Well, demi menjaga kelangsungan hidup blog ini dan tentunya keahlian jemariku menari diatas tuts keyboad laptop, hari ini aku akan memposting sebuah essay postingan yang masih berbau ke-valentine-valentinan.
Well(pangkat dua), aku akan bercerita tentang Cinta Pertama, Cinta Terdalam dan Pacar Pertamaku.
*secara ringkas*
*atau mungkin juga tidak ringkas-ringkat amat*

Judul Super Sebenarnya :

Kulepas Dendamku untuk Melepasmu Sepenuhnya.
#EvilLaugh

Here We Go!

Sabtu, 06 Desember 2014

PIDATO PERDANA

Selamat datang saya ucapkan untuk para fakir cinta dan tuna asmara yang sudah duduk manis sedari tadi di deretan bangku paling depan.
Tentu saja ucapan selamat saya sampaikan juga kepada para pejuang cinta, konglomerat asmara dan makhluk-makhluk yang merasa sudah two in one dengan the special one-nya merasa sudah sangat fix dengan seseorang di sebelahnya yang disebut sebagai soulmate-nya.
Terakhir, agar bisa selalu diberi julukan bangsa besar, tidak lupa saya sebutkan juga para veteran asmara kita yang mana sedang bergerilya untuk mengubah status terakhirnya tersebut.
Selamat Malam.

Selamat Malam Minggu Sabtu Malam.

Sabtu, 29 November 2014

Baru Saja Brojol

BIODATA

Hari,tanggal : Jumat, 29 November 2014.
Pukul : 07.20 WITA
Tempat : kamarku yang indah semerbak harum mewangi.
Nama : Yeyakkoma newborn's blog [Pst! please call me yeya]
Keahlian : bicara sendiri tiada yang menemani. [Haelah namanya juga waktu ngepost informasinya satu arah. Nanti kalau ada yang koomen, ada feedback baru deh jadi dua arah.]

Selamat Datang!!
Welcome!!
Oso oseyoo!!

Salam kenal!
Salam sayang!
Salaman yuuukk!

*jabat tangan*