Kamis, 13 Oktober 2022

Bersyukur : Susah - Susah Gampang, Gampang - Gampang Susah.

Aku ingin bertanya, pernah tidak kamu merasa….

Betapa beruntungnya kamu hidup di dunia ini.

Betapa banyaknya karunia dan kemudahan yang kamu dapatkan di dalam hidup ini.

Betapa indahnya hidup ini, seperti tanpa cela dan semua terasa menyenangkan.

Apakah kamu pernah merasa diatas angin seperti itu?

Lalu hidup masih berlanjut.

Waktu terus berjalan.

Roda kehidupan masih berputar.

Hidup kemudian menampilkan cerita yang bertolak belakang dengan cerita yang kita jalani sebelumnya.

Seketika keberuntungan terasa hilang.

Kemudahan begitu jauh.

Dan dunia serasa runtuh.

Pada masa-masa tertentu, kita masih mampu berupaya untuk keluar dan mempercepat perputaran roda. Dengan harapan agar kita bisa kembali berada di posisi yang menyenangkan, sesegera mungkin.

Namun terkadang, hidup tidak segampang itu.

Namun terkadang, ujian datang dalam bentuk kesulitan.

Ketika terjatuh kita akan kesulitan untuk bersyukur.

Kesulitan untuk melihat betapa mudah dan sederhananya kehidupan.

Hidup akan terasa ruwet dan belibet.

Pelan-pelan kita menarik lebih banyak lagi keruwetan dan keribetan ke dalam hidup kita. Sampai pada titik sudah lemas kelelahan, jatuh terduduk, tiba-tiba tanah ambrol, kita nyungsep ke sebuah lubang besar kejatuhan yang terjadi dalam alur cerita kehidupan kita.

Ketika kita ada di kedalaman yang tidak memungkinkan cahaya masuk, kita akan sangat kesulitan sekali untuk mengharapkan mata kita menangkap cahaya. 

Jangankan bersyukur, berfikir jernih saja susah.

Bersyukur itu akan gampang sekali selama cahaya masih sanggup ditangkap indera. Namun ketika cahaya yang biasa mata terima tidak bisa kita temukan, kekalutan oleh karena terjatuh akan semakin meningkat karena ketidakmampuan mata menangkap sinar.

Keadaan ini akan terus berlangsung entah sampai ‘akhir’ kehidupan ini atau sampai kita ‘akhir’nya tersadar.

Jika terus berlangsung sampai akhir kehidupan, tubuh fisik kita ini yang akan kalah. Tubuh fisik kita punya keterbatasan. Keterbatasan waktu penggunaan. Jika terlalu lama jatuh tanpa sanggup bangkit, lama kelamaan tubuh rusak. Rusak oleh stressor kimiawi yang tubuh ini sendiri hasilkan sebagai respon terhadap tekanan hidup.

Namun jika kita akhirnya tersadar, maka...

Kita menyadari bahwasanya kita adalah ciptaan Tuhan dan menerima percikan cahaya kehidupan dariNya di dalam diri kita. Maka untuk dapat melihat cahaya itu, kita perlu mengistirahatkan mata fisik kita, menutupnya dan menyadari dibalik kegelapan diluar diri kita, ada sebuah cahaya terang yang terus bersinar di dalam dan tidak akan pernah padam sampai kapanpun selama Semesta masih ada.”

Gampang toh?

ENGGAK SEGEMPENG ITU MANUSIA!

Kuakui sulitnya minta ampun.

Apalagi kalau terus tergoda untuk kembali terjatuh dan lupa tersadar lagi.

Etapi tersadar saja tidak cukup.

Even kita sudah tersadar. Sudah siap nih memulai awal baru, dengan pemahaman baru tentang suatu keadaan. Namun efek samping terjatuh terhadap tubuh fisik dan situasi diluar tubuh kita tentu masih ada. Entah itu luka-luka di tubuh atau reaksi orang lain yang melihat kejatuhan kita. Komen mereka. Pressure dari mereka. Atau malah ketidakpedulian mereka. Menghadapi semua itu tentu akan mempengaruhi kita juga sedikit banyaknya. Belum lagi keinginan untuk bisa berdiri segera berlari, antisipasi diri agar tidak terjatuh lagi dan keinginan untuk menjadi lebih baik. Mengubah kehidupan. Mengapai apa yang diinginkan. Ekpektasi lanjutan dari semuanya itu juga walaupun niatnya baik namun terkadang malah itu loh yang bikin kita susah bangkit sepenuhnya.

Too much planning ini itu padahal belum sepenuhnya bisa berdiri.

Setelah tersadar, pahami dirimu, dia perlu waktu untuk pulih. Kasihi dia, sayangi dia. Jangan langsung tekan dia terlalu keras. Tubuh fisikmu, perlu waktu pemulihan. Agar kimia tubuhmu kembali normal dan stabil.

Kita perlu meningkatkan situasi baik, bukan hanya sekedar energi perbaikan tapi juga suasana emosi yang kondusif.

Nah gimana naikin sittuasi baik, ya itu tadi, BERSYUKUR.

Etapi seriously susah beud tau bersyukur disaat kita barusan habis terjatuh.

Tergoda banget untuk marah-marah dan mencari kambing hitam atas kejadian buruk yang menimpa kita.

Tergoda banget untuk menyesal dan menangisi segala halnya.

Dan tergoda banget untuk menyerah karena terlalu lelah.

Sekedar bilang terimakasih Tuhan karena sudah membuatku tersadar aja susah banget. Kalau pakai metode buku Magic seriesnya The Secret, kita menuliskan 10 rasa syukur setiap kali bangun tidur, ajegile loh susahnya.

Jadi tulisan ini aku dedikasikan untuk diriku.

Hari ini aku mnyadari kalau kita tidak mampu, maka kita boleh meminta bantuan. Ibarat kalau main game, kita bisa meminta Hint gitu.

Hidup juga gitu kok.

Memangnya boleh?

Kalau bertanya seperti itu, boleh donk kutanya balik, memangnya siapa yang bilang tidak boleh?

Heuheu

Apapun boleh. Kalau itu memang tepat untuk dilakukan, maka kita akan dapat anugerah. Jika tidak, maka akan mendapatkan ilmu baru, pengetahuan baru.

TIDAK ADA YANG NAMANYA SIA-SIA, GUYS.

Berikut akan kujabarkan kalimat-kalimat positif ujaran rasa syukur yang bisa kita gunakan untuk me-cheat hidup kita kearah yang lebih baik.

HERE WE GO…!

1.    Terima kasih Tuhan. Aku selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik, tulus dan penuh kasih.

2.    Terima kasih Tuhan. Engkau selalu memberikan karunia berkelimpahan kepadaku.

3.    Terima kasih Tuhan. Atas tubuh yang sehat, bugar dan penuh vitalitas ini.

4.    Terima kasih Tuhan. Atas pikiran yang tajam, jernih dan penuh kreativitas ini.

5.    Terima kasih Tuhan. Karena selalu membantuku untuk menyadari betapa beruntungnya diriku.

6.    Terima kasih Tuhan. Atas segala petunjuk dan arahan yang Engkau berikan kepadaku sehingga aku selalu mampu menapaki jalan yang terbaik dalam hidupku.

7.    Terima kasih Tuhan. Atas kehadiranMu dalam diriku dan ijinMu agar aku menyadari betapa hangatnya kehadiranMu di dalam diriku ini. KasihMu tiada tara, aku benar-benar terberkati.

8.    Terima kasih Tuhan. Kau telah anugerahi aku dengan kemampuan untuk selalu eling dan mawas diri sehingga aku selalu mampu menjadi diriku seutuhnya.

9.    Terima kasih Tuhan. Kasihmu telah melindungiku, membantuku untuk selalu merasakan rasa aman, selamat dan nyaman menjalani kehidupan.

10. Terima kasih Tuhan. Karena perlindunganMu memungkinkanku untuk selalu berada dalam kondisi tenang, damai dan penuh percaya diri.

11. Aku benar-benar beruntung karena selalu mampu ikhlas menjalani kehidupan dengan keyakinan penuh akan karunia Tuhan kepadaku.

12. Aku benar-benar beruntung karena selalu diijinkan untuk mengetahui kebenaran dengan segala bukti fakta autentik sehingga memungkinkanku untuk selalu terlindungi dan berfikir dengan logis demi kebaikanku dan orang-orang yang aku kasihi.

13. Aku benar-benar beruntung karena memiliki rejeki kekayaan berlimpah yang memungkinkanku untuk berbagi rejeki dengan mereka yang membutuhkan bantuanku.

14. Aku benar-benar beruntung karena berkat rejeki yang berlimpah, seluruh kebutuhanku dapat aku penuhi, dan akupun juga mampu selalu membantu orang-orang yang aku kasihi.

15. Aku benar-benar beruntung karena Tuhan membantuku untuk selalu menjaga hubunganku dengan orang-orang terkasih tetap harmonis, penuh kasih, saling mendukung, saling membantu, mengasihi, menyayangi dan melindungi.

16. Aku benar-benar beruntung karena selalu mampu melihat, mendengar, dan mendayagunakan segenap inderaku untuk menerima keindahan yang semesta tampilkan sehingga aku jadi lebih mampu lagi mensyukuri banyak hal di dunia ini.

17. Aku benar-benar beruntung atas karunia pengendalian diri yang aku miliki karena hal itu memungkinkanku untuk mampu menjaga diriku sendiri dengan baik.

18. Aku benar-benar beruntung atas karunia penyadaran diri bahwa kebaikan hati memungkinkanku untuk terus belajar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi menjalani kehidupan ini.

19. Dst akan bertambah lagi nanti.

Inilah bantuan yang bisa aku berikan kepada diriku di masa depan, jika nanti ia membutuhkannya. Aku tidak berharap kamu terjatuh lagi Yeya. Namun dengan tulisan ini, aku berharap, kamu bisa segera bangkit lagi sebelum terjun bebas seperti sebelumnya.

 

Tambahan pengingat:

Bahkan ketika kita sudah berjalan di jalan yang menurut kita benar, energi kita positif, spirit kita memiliki vibrasi yang tinggi, kitapun masih bisa kesusahan kok. Masih ada aja kendalanya.

Why ya?

Biasanya ya, biasanya nih… Ujian tipe ini datang kira-kira kalau dikisahkan itu seperti gini,

“Alkisah kita mengajukan proposal event tertentu ke Semesta. Event yang kita adakan kita yakini akan menghasilkan sesuatu yang baik, bagus dan penuh berkah untuk hidup kita dan sekitar. Namun Semesta tidak mau serta merta mengabulkan keinginan kita bukan karena apa yang kita bayangankan itu salah. Namun lebih kepada Semesta inginkan spirit dan keyakinan yang lebih besar lagi dari kekuatan niat kita. Sesuatu yang besar, membutuhkan energi-bekal-amunisi yang banyak juga. Jika kita diuji, kita tetap tegar, yakin dan teguh dengan apa yang kita percayai dan kita tetap yakin bahwa mampu untuk kita raih, maka Semestapun akan dengan senang hati membantu dan mengACC proposal yang kita ajukan. So, keep going! Optimis selalu. Benar salah biarkan Tuhan yang menilai. Maju terus!”

Kira-kira seperti itu kisahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar