Aku
ingin bertanya, pernah tidak kamu merasa….
Betapa
beruntungnya kamu hidup di dunia ini.
Betapa
banyaknya karunia dan kemudahan yang kamu dapatkan di dalam hidup ini.
Betapa
indahnya hidup ini, seperti tanpa cela dan semua terasa menyenangkan.
Apakah
kamu pernah merasa diatas angin seperti itu?
Lalu
hidup masih berlanjut.
Waktu
terus berjalan.
Roda
kehidupan masih berputar.
Hidup
kemudian menampilkan cerita yang bertolak belakang dengan cerita yang kita
jalani sebelumnya.
Seketika
keberuntungan terasa hilang.
Kemudahan
begitu jauh.
Dan
dunia serasa runtuh.
Pada masa-masa
tertentu, kita masih mampu berupaya untuk keluar dan mempercepat perputaran roda.
Dengan harapan agar kita bisa kembali berada di posisi yang menyenangkan, sesegera
mungkin.
Namun
terkadang, hidup tidak segampang itu.
Namun
terkadang, ujian datang dalam bentuk kesulitan.
Ketika terjatuh kita akan kesulitan untuk bersyukur.
Kesulitan
untuk melihat betapa mudah dan sederhananya kehidupan.
Hidup
akan terasa ruwet dan belibet.
Pelan-pelan
kita menarik lebih banyak lagi keruwetan dan keribetan ke dalam hidup kita.
Sampai pada titik sudah lemas kelelahan, jatuh terduduk, tiba-tiba tanah
ambrol, kita nyungsep ke sebuah lubang besar kejatuhan yang terjadi dalam alur cerita
kehidupan kita.
Ketika kita ada di kedalaman yang tidak memungkinkan cahaya masuk, kita akan sangat kesulitan sekali untuk mengharapkan mata kita menangkap cahaya.
Jangankan
bersyukur, berfikir jernih saja susah.
Bersyukur
itu akan gampang sekali selama cahaya masih sanggup ditangkap indera. Namun
ketika cahaya yang biasa mata terima tidak bisa kita temukan, kekalutan oleh
karena terjatuh akan semakin meningkat karena ketidakmampuan mata menangkap
sinar.
Keadaan
ini akan terus berlangsung entah sampai ‘akhir’ kehidupan ini atau sampai kita ‘akhir’nya
tersadar.
Jika
terus berlangsung sampai akhir kehidupan, tubuh fisik kita ini yang akan kalah.
Tubuh fisik kita punya keterbatasan. Keterbatasan waktu penggunaan. Jika terlalu
lama jatuh tanpa sanggup bangkit, lama kelamaan tubuh rusak. Rusak oleh
stressor kimiawi yang tubuh ini sendiri hasilkan sebagai respon terhadap tekanan
hidup.
Namun
jika kita akhirnya tersadar, maka...
“Kita
menyadari bahwasanya kita adalah ciptaan Tuhan dan menerima percikan cahaya
kehidupan dariNya di dalam diri kita. Maka untuk dapat melihat cahaya itu, kita
perlu mengistirahatkan mata fisik kita, menutupnya dan menyadari dibalik
kegelapan diluar diri kita, ada sebuah cahaya terang yang terus bersinar di
dalam dan tidak akan pernah padam sampai kapanpun selama Semesta masih ada.”
Gampang
toh?
ENGGAK
SEGEMPENG ITU MANUSIA!
Kuakui
sulitnya minta ampun.
Apalagi
kalau terus tergoda untuk kembali terjatuh dan lupa tersadar lagi.
Etapi tersadar
saja tidak cukup.
Even kita
sudah tersadar. Sudah siap nih memulai awal baru, dengan pemahaman baru tentang
suatu keadaan. Namun efek samping terjatuh terhadap tubuh fisik dan situasi
diluar tubuh kita tentu masih ada. Entah itu luka-luka di tubuh atau reaksi
orang lain yang melihat kejatuhan kita. Komen mereka. Pressure dari
mereka. Atau malah ketidakpedulian mereka. Menghadapi semua itu tentu akan
mempengaruhi kita juga sedikit banyaknya. Belum lagi keinginan untuk bisa
berdiri segera berlari, antisipasi diri agar tidak terjatuh lagi dan keinginan
untuk menjadi lebih baik. Mengubah kehidupan. Mengapai apa yang diinginkan. Ekpektasi
lanjutan dari semuanya itu juga walaupun niatnya baik namun terkadang malah itu
loh yang bikin kita susah bangkit sepenuhnya.
Too
much planning ini itu padahal belum sepenuhnya bisa berdiri.
Setelah
tersadar, pahami dirimu, dia perlu waktu untuk pulih. Kasihi dia, sayangi dia. Jangan
langsung tekan dia terlalu keras. Tubuh fisikmu, perlu waktu pemulihan. Agar kimia
tubuhmu kembali normal dan stabil.
Kita
perlu meningkatkan situasi baik, bukan hanya sekedar energi perbaikan tapi juga
suasana emosi yang kondusif.
Nah
gimana naikin sittuasi baik, ya itu tadi, BERSYUKUR.
Etapi
seriously susah beud tau bersyukur disaat kita barusan habis terjatuh.
Tergoda
banget untuk marah-marah dan mencari kambing hitam atas kejadian buruk yang
menimpa kita.
Tergoda
banget untuk menyesal dan menangisi segala halnya.
Dan
tergoda banget untuk menyerah karena terlalu lelah.
Sekedar
bilang terimakasih Tuhan karena sudah membuatku tersadar aja susah banget.
Kalau pakai metode buku Magic seriesnya The Secret, kita menuliskan 10 rasa
syukur setiap kali bangun tidur, ajegile loh susahnya.
Jadi
tulisan ini aku dedikasikan untuk diriku.
Hari
ini aku mnyadari kalau kita tidak mampu, maka kita boleh meminta bantuan. Ibarat
kalau main game, kita bisa meminta Hint gitu.
Hidup
juga gitu kok.
Memangnya
boleh?
Kalau
bertanya seperti itu, boleh donk kutanya balik, memangnya siapa yang bilang
tidak boleh?
Heuheu
Apapun
boleh. Kalau itu memang tepat untuk dilakukan, maka kita akan dapat anugerah.
Jika tidak, maka akan mendapatkan ilmu baru, pengetahuan baru.
TIDAK
ADA YANG NAMANYA SIA-SIA, GUYS.
Berikut
akan kujabarkan kalimat-kalimat positif ujaran rasa syukur yang bisa kita
gunakan untuk me-cheat hidup kita kearah yang lebih baik.
HERE
WE GO…!
1. Terima
kasih Tuhan. Aku selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik, tulus dan penuh
kasih.
2. Terima
kasih Tuhan. Engkau selalu memberikan karunia berkelimpahan kepadaku.
3. Terima
kasih Tuhan. Atas tubuh yang sehat, bugar dan penuh vitalitas ini.
4. Terima
kasih Tuhan. Atas pikiran yang tajam, jernih dan penuh kreativitas ini.
5. Terima
kasih Tuhan. Karena selalu membantuku untuk menyadari betapa beruntungnya
diriku.
6. Terima
kasih Tuhan. Atas segala petunjuk dan arahan yang Engkau berikan kepadaku
sehingga aku selalu mampu menapaki jalan yang terbaik dalam hidupku.
7. Terima
kasih Tuhan. Atas kehadiranMu dalam diriku dan ijinMu agar aku menyadari betapa
hangatnya kehadiranMu di dalam diriku ini. KasihMu tiada tara, aku benar-benar
terberkati.
8. Terima
kasih Tuhan. Kau telah anugerahi aku dengan kemampuan untuk selalu eling dan
mawas diri sehingga aku selalu mampu menjadi diriku seutuhnya.
9. Terima
kasih Tuhan. Kasihmu telah melindungiku, membantuku untuk selalu merasakan rasa
aman, selamat dan nyaman menjalani kehidupan.
10. Terima
kasih Tuhan. Karena perlindunganMu memungkinkanku untuk selalu berada dalam
kondisi tenang, damai dan penuh percaya diri.
11. Aku
benar-benar beruntung karena selalu mampu ikhlas menjalani kehidupan dengan
keyakinan penuh akan karunia Tuhan kepadaku.
12. Aku
benar-benar beruntung karena selalu diijinkan untuk mengetahui kebenaran dengan
segala bukti fakta autentik sehingga memungkinkanku untuk selalu terlindungi
dan berfikir dengan logis demi kebaikanku dan orang-orang yang aku kasihi.
13. Aku
benar-benar beruntung karena memiliki rejeki kekayaan berlimpah yang
memungkinkanku untuk berbagi rejeki dengan mereka yang membutuhkan bantuanku.
14. Aku
benar-benar beruntung karena berkat rejeki yang berlimpah, seluruh kebutuhanku
dapat aku penuhi, dan akupun juga mampu selalu membantu orang-orang yang aku
kasihi.
15. Aku
benar-benar beruntung karena Tuhan membantuku untuk selalu menjaga hubunganku
dengan orang-orang terkasih tetap harmonis, penuh kasih, saling mendukung,
saling membantu, mengasihi, menyayangi dan melindungi.
16. Aku
benar-benar beruntung karena selalu mampu melihat, mendengar, dan
mendayagunakan segenap inderaku untuk menerima keindahan yang semesta tampilkan
sehingga aku jadi lebih mampu lagi mensyukuri banyak hal di dunia ini.
17. Aku
benar-benar beruntung atas karunia pengendalian diri yang aku miliki karena hal
itu memungkinkanku untuk mampu menjaga diriku sendiri dengan baik.
18. Aku
benar-benar beruntung atas karunia penyadaran diri bahwa kebaikan hati memungkinkanku
untuk terus belajar menjadi lebih baik dan lebih baik lagi menjalani kehidupan
ini.
19. Dst
akan bertambah lagi nanti.
Inilah
bantuan yang bisa aku berikan kepada diriku di masa depan, jika nanti ia
membutuhkannya. Aku tidak berharap kamu terjatuh lagi Yeya. Namun dengan
tulisan ini, aku berharap, kamu bisa segera bangkit lagi sebelum terjun bebas
seperti sebelumnya.
Tambahan
pengingat:
Bahkan
ketika kita sudah berjalan di jalan yang menurut kita benar, energi kita
positif, spirit kita memiliki vibrasi yang tinggi, kitapun masih bisa kesusahan
kok. Masih ada aja kendalanya.
Why ya?
Biasanya
ya, biasanya nih… Ujian tipe ini datang kira-kira kalau dikisahkan itu seperti
gini,
“Alkisah
kita mengajukan proposal event tertentu ke Semesta. Event yang kita adakan kita
yakini akan menghasilkan sesuatu yang baik, bagus dan penuh berkah untuk hidup
kita dan sekitar. Namun Semesta tidak mau serta merta mengabulkan keinginan
kita bukan karena apa yang kita bayangankan itu salah. Namun lebih kepada
Semesta inginkan spirit dan keyakinan yang lebih besar lagi dari kekuatan niat
kita. Sesuatu yang besar, membutuhkan energi-bekal-amunisi yang banyak juga.
Jika kita diuji, kita tetap tegar, yakin dan teguh dengan apa yang kita
percayai dan kita tetap yakin bahwa mampu untuk kita raih, maka Semestapun akan
dengan senang hati membantu dan mengACC proposal yang kita ajukan. So, keep
going! Optimis selalu. Benar salah biarkan Tuhan yang menilai. Maju terus!”
Kira-kira
seperti itu kisahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar